Nas : Ayub 4:1. Pasal Ayub 4:1-21 mengawali yang pertama dari tiga rangkaian utama dialog Elifas, Bildad, dan Zofar dengan Ayub. Ketika membaca dialog ini, perhatikan yang berikut: 1) Sekalipun perkataan ketiga teman Ayub tercatat dalam Alkitab, belum tentu semua yang mereka katakan itu benar. Roh Kudus mencatat kata-kata mereka, tetapi tidak Boks Temuan. Kemuliaan yang dahulu dan kesengsaraan yang sekarang. 29:1 Maka Ayub melanjutkan uraiannya: g 29:2 "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, h seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku 1 , i 29:3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; j 29:4 seperti Tanggal: Sabtu, 24 November 2018. Bacaan : Ayub 1:1-22. Setahun: 1 Korintus 1-4. Nats: Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (Yakobus 1:2-3) Renungan: MENGAPA PENDERITAAN TERJADI. Memberikan contoh dan kebajikan dari teladan seseorang adalah salah cara argumentasi yang penting pada masa kuno, sehingga Yakobus tidak mengabaikan memberikan contoh-contoh kesabaran yang telah dimanifestasikan oleh para nabi. Dalam khotbah di bukit Yesus juga menggunakan contoh penderitaan para nabi sebagai contoh (Matius 5:10–12). Video ini mengenai Khotbah Minggu XIX Dung Trinitatis tanggal 18 Oktober 2020 yang diambil dari Firman Tuhan yakni: Ayub 42:7-17. Selamat Menonton, Selamat B Ayb 31:1-34 1. Nas : Ayub 31:1-34. Di bagian ini Ayub meninjau integritas rohaninya yang teguh, kesetiaannya pada Allah dan jalan-jalan-Nya, serta kebaikannya kepada orang lain. 1) Pernyataan Ayub mengenai karya penebusan Allah di dalam dirinya mencakup semua aspek kehidupan. Ayub berbicara tentang ketidaksalahannya dalam hal dosa yang Ayub 37:6. karena kepada salju r Ia berfirman: Jatuhlah ke bumi, dan kepada hujan lebat dan hujan deras: Jadilah deras! s. Sebab, kepada salju Dia berfirman, ‘Turunlah ke bumi,’ dan kepada hujan lebat dan hujan deras, ‘Jadilah sangat deras.’. Bahwa Ia berfirman kepada salju: Turunlah engkau kepada bumi; disuruhkan-Nya hujan yang deras Ayub 23:10-17 (Khotbah Minggu) Diposting oleh Anthony L Tobing di 10/07/2021 06:13:00 AM 0 komentar. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! 1-4 (Khotbah Epistel) (Ayub 3:1, 2, 23) Ayub memang tidak kehilangan iman, tapi dia sangat membutuhkan penghiburan. Sayangnya, saat ketiga temannya mulai bicara, kata-kata mereka sama sekali tidak menguatkan. Ayub bahkan merasa bahwa mereka lebih baik diam saja! —Ayub 13:5. Elifaz adalah orang pertama yang mulai bicara. Dia sepertinya jauh lebih tua daripada Ayub Ada ayat-ayat yang mengaitkan antara sifat takut akan Tuhan dengan " menjauhi kejahatan. Perhatikan dengan seksama, Ayub 1:1. Bebapa ayat yang membahas mengenai hal ini. Amsal 8:13 " Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan". Amsal 16:6" Karena takut akan Tuhan,orang menjauhi kejahatan". II. Ayub 14:14 TB. Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku. TB: Alkitab Terjemahan Baru. Speaker: Rev Christian Tirtha Series: Trusting God Through Suffering and Pain (Seri Khotbah Kitab Ayub) Topic: Sunday Sermon / Kotbah Minggu Passage: Job 19:1, Job 21:1, Job 29:1 Watch Listen 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. 1:1 Ada seorang laki-laki di negeri Us yang bernama Ayub. Orang itu saleh dan benar, seorang yang takut akan Allah, dan menjauhkan diri dari kejahatan. 1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ayub 1:1 (TB) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Awalnya Ayub menjalani hidup dengan banyak berkat, namun kisah buruk pun dialaminya, dalam satu kejadian dia kehilangan seluruh ternak, ladang dan anak-anaknya. Penyakit puru yang tak tersembuhkan oleh tabib menimpa Ayub (Ayub 2:7-8) II. KETEKUNAN AYUB DALAM KESALEHANNYA (AYUB 1:20-22 DAN AYUB 2:9-10) Tetap tekun menyembah Tuhan saat musibah menimpa dirinya. “… sujudlah ia dan menyembah Tuhan …” (Ayub 1:20) Tetap setia memuji Tuhan. “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan ARnmcg.

khotbah ayub 1 1 5