3 Buat cowok, anggap cewek kita itu adik kandung kita.Apa batasan perlakukan kita sama pacar kita. Sebagai cowok, kita bisa ambil patokan firman Tuhan ini: "Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian." (1 Timotius 5:1b-2). KetikaPutra Elohim mengambil tubuh manusia, maka Tuhan dan manusia menjadi satu untuk selama-lamanya. Kita akan melihatnya dengan segera bagaimana di dalam kekekalan, para pengikut Yesus juga akan memperlihatkan kemuliaan yang sama dari dalam diri mereka sendiri. Dalam semua agama-agama monoteistik, gambaran Tuhan hampir sama. Manusiamemang diciptakanuntuksuatu tujuan yang membahagiakan, suatu tujuan adi-kodrati,abadi, yakni untuk hidup dalam kemesraan Allah sendiri (IM 6; GS 18, 21, 51; AG 2). Sesungguhnya Allahlah asal dan tujuan manusia (MA 1; GS 24, 41, 920. Berhubung dengan panggilannya ini Gereja berusaha menyatakan semua aspeknya, lebih-lebih aspek yang Allahakan senantiasa menolong dan beserta kita pada saat kita melakukan FirmanNya. Ceritakanlah Firman Tuhan kepada orang lain. Kita dapat menceritakan Firman Tuhan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita supaya orang lain juga diberkati melalui Firman Tuhan yang kita dapat, mampu merasakan kasih, dan mengenal Kristus dengan baik melalui Bayangkanselama ini kamu hidup dan belajar bagaimana caranya menjadi LOSSY. Bayangkan selama ini kamu hidup dan belajar bagaimana. School Binus University; Course Title ASD asd; Uploaded By ChiefGoose30. Pages 745 This preview shows page 252 - 256 out of 745 pages. Katalisatorpertama dan kedua adalah di luar kontrol kita, namun katalisator ketiga, adalah sesuatu yang ada di bawah kontrol diri kita sendiri. Karena itu marilah kita secara khusus membahas aspek penting tentang disiplin rohani ini untuk menjadi sarana pertumbuhan hidup orang Kristen. Pengertian "Disiplin Rohani" Suatuhal yang indah, jika Tuhan datang, Dia mendapati saudara sedang menangkap ikan. Simulasi: - Praktek cara memenangkan jiwa 42 f Pelajaran 10 SOM GBI Lembah Pujian Denpasar Kelas : Dasar II STUDY KASUS KLASIK Ayat hafalan: Matius 9:35 Pengalaman Yesus dalam memenangkan jiwa, menjadi teladan dan model yang sangat tepat bagi kita. RohKudus adalah Pribadi yang tinggal di dalam hati orang-percaya dan tidak pernah meninggalkan mereka. Roh Kudus menasihati kita, mengajarkan kebenaran kepada kita, dan mengubahkan hati kita. Tanpa kehadiran Roh Kudus yang ilahi ini, kita tidak akan memiliki kemampuan untuk melawan kejahatan dan godaan. Bagaimanadengan kamu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 85 Ceritakanlah from AA 1. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; by Study Guides; Bagaimana dengan kamu pendidikan agama dan budi. School No School; Course Title AA 1; Uploaded By jowilliam017. Pages 168 ADVERTISEMENT Pancasila merupakan philosopische grondslag atau pandangan hidup bangsa yang perlu dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang fundamental dan merupakan kristalisasi dari nilai-nilai hidup yang telah dianut oleh banyak masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. ADVERTISEMENT. Tetapiadalah wajar mengingati bahawa tabiat dan keinginan sedemikian tidak boleh dipenuhi dengan akibat terbaik untuk hubungan itu. Jika pada mulanya pasangan anda dan bersetuju untuk melihat dalam diri anda seorang gadis kecil yang kadang-kadang perlu dimanjakan, akhirnya dia akan mahu anda membesar. 2. Ini memberi kita peluang untuk bagaimanahubungan kamu sendiri dengan tuhan ceritakanlah ? candraajiascandraajias. hubungan dengan tuhan : • Baik, melaksanakan salat,membaca al quran,berdoa kepada ALLAH,Berzikir dan harus menaati perintah allah. DanTuhan bertanya, " Kalian mau apa?" Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah, ia memulai pidatonya. "O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Search Cerita Pengalaman Belajar Di Rumah. Sesaat melahirkan diatas becak, Dinda kemudian dibawa ke Rumah Sehat Altmira Awalnya saya sangat senang belajar di rumah Bagi sebagian orangtua dan guru hal ini adalah pengalaman baru Di rumah tinggal bapak, aku dan anaknya Dan selama enam tahun ia menggeluti profesinya itu ia punya sempanan di bank sebesar 300 Dan selama enam tahun ia menggeluti Itulahkenapa kita harus menyedari akan hal ini dan mahu melihat waktu yang kita miliki saat ini sebagai sebuah anugerah Tuhan di mana kita berkesempatan untuk mengubah diri selama kita masih hidup di dunia ini, dan hidup saat ini hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di syurga. gQ0v3. - Dalam kunci jawaban berikut, simak pembahasan Bab IV Meneladani Kehidupandari Cerita Pendek. Pembahasan tersebut terdapat dalam materi Buku Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Simak materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 dalam artikel ini. Ilustrasi alat tulis Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 ditujukan bagi orangtua untuk membimbing proses belajar siswa. Diharapkan orangtua bisa membimbing kegiatan belajar siswa di rumah dengan semangat. Rangkuman kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini. Jawaban bisa berbeda dan tidak terpaku pada kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini. Diharapkan siswa bisa mencari jawaban sendiri dari setiap soal yang disajikan. Pada materi kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 siswa diminta memahami pengertian dan karakteristik cerita pendek. Simak pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 selengkapnya berikut ini. Baca juga KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka Majas yang Digunakan dalam Puisi Aku Ingin Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 108 Kegiatan 1 Memahami Informasi tentang Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek Bacalah cerita pendek di bawah ini dengan baik! Halo saudara-saudari dari Spiritual Q&A, Aku seorang percaya baru yang baru saja menerima pekerjaan Tuhan. Meskipun aku tahu bahwa, sebagai seorang Kristen, orang harus menghadiri kebaktian gereja dan membaca firman Tuhan, dan aku ingin melakukan sesuai dengan ketentuan Tuhan, pekerjaanku sangat sibuk setiap hari pada saat ini dan aku memiliki kehidupan sosial yang aktif. Aku merasa kelelahan setiap hari. Meskipun telah menghasilkan uang selama beberapa tahun terakhir dan standar kehidupanku telah membaik, aku selalu merasa seolah-olah aku ingin menghasilkan lebih banyak uang untuk memberikan perlindungan bagi masa depan keluargaku. Oleh karena itu, aku bekerja sangat keras setiap hari untuk menghasilkan uang dan aku tidak punya waktu untuk menghadiri kebaktian gereja ataupun membaca firman Tuhan. Hatiku selalu terasa hampa dan aku merasa berutang kepada Tuhan. Bagaimana aku bisa menemukan keseimbangan antara pekerjaanku dan kepercayaanku kepada Tuhan? Xiaodong 15 Juni 2018 Halo Xiaodong, Masalah ini juga telah membingungkanku dalam waktu yang lama. Belakangan, dengan membaca firman Tuhan dan melalui persekutuan serta dukungan dari saudara-saudari, akhirnya aku berangsur-angsur memahami kehendak Tuhan, dan aku menemukan bahwa jika aku ingin menyeimbangkan pekerjaanku dengan kepercayaanku kepada Tuhan, maka aku harus memahami nilai dan makna mengejar kebenaran, serta untuk apa sebenarnya kita bekerja. Setelah kita benar-benar memahami kebenaran-kebenaran ini, kemudian kita dapat membuat keputusan yang tenang terkait menghadiri kebaktian dan pekerjaan kita. Di bawah ini, aku akan sedikit bersekutu tentang pengalaman dan pengetahuanku sendiri. Sebenarnya, kita semua harus bekerja untuk hidup, tetapi jika kita tidak punya waktu untuk menghadiri kebaktian gereja atau membaca firman Tuhan karena kita terlalu sibuk dengan pekerjaan, maka itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Alasan utama untuk ini adalah karena kita telah gagal memahami makna dan pentingnya mengejar kebenaran. Jika kita memahami nilai dari kebenaran dan kita mengalami kenikmatan, pelepasan dan kebebasan yang datang dengan melakukan kebenaran, maka kita akan berkeinginan untuk menghadiri kebaktian dan membaca firman Tuhan. Tuhan Yesus berfirman "Manusia hidup bukan hanya dari roti, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan" Matius 44. Firman Tuhan menyatakan "Apakah dari tampilan luarnya firman yang dinyatakan Tuhan itu sederhana ataukah sulit dimengerti, semua ini adalah kebenaran yang sangat diperlukan manusia saat ia memasuki kehidupan; firman tersebut adalah sumber air kehidupan yang memungkinkannya bertahan hidup baik secara roh maupun daging. Firman tersebut menyediakan apa yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup; dogma dan kepercayaan untuk menjalani kehidupannya sehari-hari; jalan, sasaran, dan arah yang harus ia lalui untuk mendapatkan keselamatan; setiap kebenaran yang harus ia miliki sebagai makhluk ciptaan di hadapan Tuhan; dan setiap kebenaran tentang bagaimana manusia menaati dan menyembah Tuhan. Firman tersebut adalah penjamin yang memastikan keberlangsungan hidup manusia, juga merupakan roti untuk makanan sehari-sehari manusia, serta penopang kokoh yang memampukan manusia untuk menjadi kuat dan berdiri tegak. Firman tersebut kaya akan kebenaran tentang kemanusiaan normal sebagaimana dihidupi oleh manusia ciptaan, kaya akan kebenaran yang oleh karenanya manusia bebas dari kerusakan dan terelak dari jerat Iblis, kaya akan pengajaran tanpa henti, nasihat, dorongan, dan penghiburan yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia ciptaan. Firman tersebut adalah menara yang membimbing dan mencerahkan manusia untuk memahami segala hal yang positif, jaminan yang memastikan bahwa manusia akan hidup dan memiliki segala hal yang benar dan baik, tolak ukur yang digunakan untuk mengukur orang-orang, peristiwa-peristiwa, dan benda-benda, dan juga penanda navigasi yang memimpin manusia kepada keselamatan dan jalan terang." Saat kita hidup di dunia ini, tidak akan cukup hanya dengan memiliki barang-barang materi—yang paling kita butuhkan adalah bimbingan dan penyediaan firman Tuhan. Barang-barang materi hanya dapat menyediakan kebutuhan dasar untuk hidup dan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan sementara pada daging kita. Namun, hanya firman Tuhan yang dapat menyelesaikan kesulitan dan masalah yang kita hadapi dalam pekerjaan dan kehidupan kita, karena firman Tuhan adalah kebenaran dan firman Tuhan dapat menunjukkan kepada kita cara untuk menerapkannya dan juga menenangkan roh kita. Kalau tidak, meskipun kita mungkin sangat kaya dan menjalani kehidupan yang makmur, relung terdalam hati kita akan tetap merasa hampa dan menderita. Misalnya, kita bekerja keras di bumi ini untuk bertahan hidup dan kita akhirnya menyadari betapa tidak adilnya dunia ini, dan betapa jahatnya orang-orang. Dalam urusan kita dengan orang lain, kita semua menghadapi kesulitan yang tidak kita ketahui cara mengatasinya, dan kesulitan-kesulitan ini tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan uang atau barang-barang materiel. Hanya dengan datang ke hadapan Tuhan, menghadiri kebaktian, membaca firman Tuhan dan bersekutu dengan saudara-saudari, kita dapat memahami kebenaran, menjadi cerdas saat kita menghadapi masalah dan benar-benar memahami esensi dari segala macam orang yang berbeda. Kemudian, ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita akan tahu bagaimana cara mendekati mereka. Lebih jauh lagi, kita berada di bawah kekuasaan racun iblis dalam bentuk semboyan, seperti "Orang-orang berjuang naik ke atas, tetapi air mengalir ke bawah," dan "Seorang pria harus bergerak maju." Kita berfokus mengejar status untuk membuat orang lain memandang kita dengan keyakinan bahwa inilah cara terbaik untuk hidup. Ketika kita tidak mempunyai status, kita bersaing dengan orang lain baik secara terbuka maupun di belakang mereka dan kita dengan jahat mencoba merebut kedudukan mereka. Dan ketika kita memperoleh status, kita waspada setiap saat terhadap orang lain, khawatir bahwa orang lain akan datang dan menggantikan kita dan kita hidup dalam penderitaan yang ekstrem. Hanya dengan membaca firman Tuhan dan menghadiri kebaktian dan bersekutu tentang kebenaran bersama saudara-saudari, kita dapat benar-benar memahami bahwa popularitas, kekayaan, dan status adalah cara-cara di mana Iblis merusak dan membahayakan kita. Kita memeras otak untuk mengejar popularitas, kekayaan, dan status dan kita akan membayar berapa pun harganya, dan pada akhirnya, kita hidup dalam kesakitan yang tak tertahankan, lelah tubuh dan pikiran. Juga, semakin kita mengejar popularitas, kekayaan, dan status, yang terjadi justru kita semakin tenggelam dalam dosa, dan hidup kita tidak lagi bernilai atau bermakna apa pun. Pada saat yang sama, kita memahami dari firman Tuhan bahwa, baik kita manusia memiliki status atau tidak, kita hanyalah makhluk ciptaan yang kecil, dan hal terpenting yang harus kita lakukan adalah memenuhi tugas makhluk ciptaan, mengejar kebenaran untuk memuaskan Tuhan dan menyembah Tuhan, dan mendapatkan pujian dan berkat dari Tuhan. Dengan cara ini, cara pandang iblis dalam batin kita berubah, kita tidak lagi mementingkan diri sendiri dengan keuntungan dan kerugian demi popularitas, kekayaan, dan status di tempat kerja, dan kita tidak lagi mencoba untuk menang atas orang lain dan bersekongkol melawan mereka. Ketika seseorang lebih baik daripada kita dalam sesuatu, kita kemudian dapat memperlakukan mereka dengan baik dan tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan hati kita tentu saja menjadi damai dan nyaman, bebas dan terbebaskan. Oleh karena itu, Tuhan berada di samping kita saat kita mengejar kebenaran dan, situasi apa pun yang kita hadapi, Tuhan selalu ada di hati kita, mendukung kita, dan kita memiliki firman Tuhan untuk mengarahkan jalan kita. Kita kemudian dapat dengan tenang menghadapi dan mematuhi pengaturan dan penataan Tuhan, dan perasaan nyaman dan damai yang kita rasakan dalam roh kita ini merupakan satu-satunya kebahagiaan yang sejati. Oleh karena itu, jelaslah bahwa kebenaran memberi kepada kita begitu banyak berkat, dan mengejar kebenaran jadi lebih bermakna daripada yang lainnya. Berupaya membaca firman Tuhan dan mengejar kebenaran adalah satu-satunya hal cerdas yang dapat dilakukan! Percaya kepada Tuhan untuk Menyediakan Semua yang Kita Butuhkan Tuhan Yesus berfirman, "Karena itu, Aku berkata kepadamu, Jangan mencemaskan hidupmu, apa yang akan kamu makan, atau apa yang akan kamu minum; juga untuk tubuhmu, apa yang akan kamu kenakan. Bukankah hidup ini lebih dari makanan, dan tubuh lebih dari pakaian? Lihatlah burung-burung di udara karena mereka tidak menabur, mereka juga tidak menuai, atau mengumpulkan makanan di dalam lumbung; tetapi Bapamu yang di surga memberi mereka makan. Bukankah engkau jauh lebih baik daripada mereka?" Matius 625–26. "Karena itu jangan cemas dan berkata, Apa yang akan kita makan? atau, Apa yang akan kita minum? atau, Apa yang akan kita pakai? Karena semua ini dicari orang-orang bukan Yahudi karena Bapamu yang di surga tahu kamu membutuhkan semua ini" Matius 631–32. Kita dapat melihat dari firman Tuhan bahwa Dia tidak ingin kita mengorbankan terlalu banyak energi untuk kebutuhan dasar, tetapi Dia ingin kita datang lebih sering ke hadapan-Nya untuk membangun hubungan yang benar dengan-Nya dan berfokus pada kehidupan kita. Kita tidak perlu terlalu mementingkan diri sendiri dengan semua hal yang perlu kita jalani, karena Tuhan akan menyediakannya, dan yang perlu kita lakukan hanyalah tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan—selama kita memiliki makanan dan pakaian, maka itu sudah cukup. Ambil kisah nabi Elia dalam Alkitab sebagai contoh. Agar tidak terbunuh, dia bersembunyi di sebuah lembah gunung di mana tidak ada yang bisa dimakan, tetapi Tuhan memberinya makanan melalui burung gagak. Dalam kekeringan hebat yang berlangsung selama tiga tahun, Tuhan membuat janda miskin itu menyediakan makanan bagi Elia padahal yang dia miliki hanyalah sedikit minyak di dalam kendi dan sedikit tepung di dalam guci, tetapi mereka selamat dari kelaparan selama tiga tahun. Dan ada banyak saudara-saudari pada zaman sekarang yang mengikuti Tuhan yang sangat menghargai firman Tuhan ini. Ketika mereka menganggap pengejaran akan kebenaran dan penerapan kebenaran sebagai prioritas nomor satu mereka, dan ketika mereka memercayakan hidup mereka kepada Tuhan dan membiarkan alam berjalan apa adanya dengan pekerjaan mereka, mereka menemukan bahwa Tuhan tetap menyediakan banyak, bahkan lebih banyak daripada yang pernah mereka bayangkan. Untuk Apa Kita Bekerja? Mungkin kita semua berpikir seperti ini "Semua orang harus memiliki karier untuk hidup, dan harus mendapatkan uang untuk menafkahi keluarga—bukankah ini cara yang pantas untuk hidup?" Tentu saja, tidak ada yang salah dengan mendapatkan uang dan menafkahi keluarga kita, tetapi sering kali kita tidak bekerja keras dan bersusah payah hanya untuk menafkahi keluarga, tetapi sebaliknya kita melakukannya untuk memuaskan hasrat daging kita yang berlebihan. Kita ingin mendapatkan lebih banyak uang agar dapat membeli rumah, membeli mobil, dan menikmati kehidupan yang sukses dan dengan demikian memenangkan kekaguman dan penghargaan dari orang lain. Demi kenyamanan fisik atau kekaguman dan penghargaan dari orang lain, kita bekerja sif tambahan dan bekerja lembur, sampai titik di mana kita menghabiskan seluruh waktu dan energi kita untuk menghasilkan uang. Kita tidak hanya menghancurkan tubuh kita karena kelelahan, tetapi juga tidak punya waktu sama sekali untuk datang ke hadapan Tuhan. Dengan cara ini, kita tanpa sadar kehilangan kesempatan sebagai makhluk ciptaan untuk menyembah Tuhan atas segala ciptaan. Firman Tuhan menyatakan, "Tidak peduli betapa pun mulianya cita-cita manusia, tidak peduli betapa pun realistisnya hasrat manusia atau betapa pun baiknya semua itu, segala hal yang ingin dicapai manusia pasti terkait erat dengan dua kata. Kedua kata ini sangat penting bagi kehidupan setiap orang, dan ini adalah hal-hal yang Iblis ingin tanamkan dalam diri manusia. Dua kata apakah ini? Kedua kata ini adalah 'popularitas' dan 'keuntungan' Iblis menggunakan cara yang sangat halus, cara yang sangat sesuai dengan pemahaman manusia; ini sama sekali bukan cara yang radikal. Tanpa disadari, manusia mulai menerima cara hidup Iblis, aturan hidup Iblis, menetapkan tujuan hidup dan arah hidup mereka, dan dengan berbuat demikian mereka juga tanpa disadari memiliki cita-cita dalam kehidupan. Tidak peduli betapa mengesankan kedengarannya cita-cita ini dalam kehidupan, ini hanyalah sebuah dalih yang terkait erat dengan popularitas dan keuntungan. Setiap orang hebat atau terkenal, pada kenyataannya semua orang, apa pun yang mereka kejar dalam kehidupan hanya terkait dengan dua kata ini 'popularitas' dan 'keuntungan'. ... Manusia mengira bahwa begitu mereka memiliki popularitas dan keuntungan, mereka dapat memanfaatkan hal itu untuk menikmati status yang tinggi dan kekayaan yang besar, serta menikmati hidup. Begitu mereka memiliki popularitas dan keuntungan, mereka dapat memanfaatkan hal itu untuk mencari kesenangan dan kenikmatan daging yang tak bermoral. Manusia dengan rela, meski tanpa disadari, membawa tubuh, pikiran, semua yang mereka miliki, masa depan serta nasib mereka, dan menyerahkan semuanya kepada Iblis untuk mencapai popularitas dan mendapatkan keuntungan yang mereka inginkan. Manusia sesungguhnya melakukan hal ini tanpa ragu sedikit pun, sama sekali tidak menyadari perlunya memulihkan semua itu. ... Begitu seseorang terperosok dalam popularitas dan keuntungan, mereka tidak lagi mencari apa yang terang, apa yang benar atau hal-hal yang indah dan baik. Ini karena kekuatan yang menggoda dari popularitas dan keuntungan terhadap manusia sangatlah besar, dan menjadi perkara-perkara yang dikejar oleh manusia sepanjang hidup mereka dan bahkan untuk selama-lamanya tanpa akhir. Bukankah ini benar?" Firman Tuhan sudah sangat jelas! Sejak saat kita masih kecil, kita diindoktrinasi dengan semboyan hidup dari Iblis, seperti "Uang bukanlah segalanya, tetapi tanpa uang, engkau tidak dapat melakukan apa-apa," "Seorang pria harus bergerak maju," dan "Seorang pria meninggalkan namanya di mana pun dia tinggal, sama seperti angsa yang memekik di mana pun ia terbang." Di bawah pengaruh semboyan-semboyan ini, hati kita menganjurkan uang, kita mendambakan kesenangan fisik dan berusaha menjadi yang terbaik, dalam hal popularitas, kekayaan, dan status sebagai hal yang lebih penting daripada apa pun. Di bawah kekuasaan gagasan-gagasan keliru ini, kita tidak lagi bekerja murni untuk dapat menafkahi keluarga kita, tetapi sebaliknya kita berupaya mencari karier yang dengannya kita bisa memenangkan kekaguman dan penghargaan dari orang lain. Untuk alasan ini, satu demi satu kita menjadi mesin penghasil uang, kita hidup kelelahan dan kesakitan, dan beberapa orang bahkan merusak tubuh mereka sendiri dan pada akhirnya membayar dengan nyawa mereka. Meskipun kita dapat menghasilkan uang, tetapi di dalam diri kita, kita sering merasa hampa dan tak berdaya, tanpa sedikit pun kedamaian atau sukacita dalam roh kita. Lebih jauh lagi, jika kita hidup berdasarkan semboyan Iblis dan terus-menerus mengejar popularitas dan kekayaan, hati kita semakin lama semakin menjauh dari Tuhan dan minat kita untuk memenuhi tugas makhluk ciptaan—yakni percaya kepada Tuhan dan menyembah Tuhan—semakin lama semakin berkurang. Beberapa orang bahkan sampai berpikir bahwa menghadiri kebaktian gereja dan membaca firman Tuhan mengganggu kemampuan mereka untuk mendapatkan uang, dan karena itu mereka berhenti pergi ke kebaktian dan berhenti membaca firman Tuhan, dan tanpa mereka sadari, mereka kehilangan hubungan yang benar dengan Tuhan. Dari sini, kita dapat melihat bahwa Iblis menggunakan pengejaran popularitas dan kekayaan kita untuk menjauhkan kita dari Tuhan, untuk membawa kita sepenuhnya di bawah kendali dan pendudukannya dan agar kita tenggelam semakin dalam ke dalam rawa dosa. Oleh karena itu, kita harus memahami bahwa popularitas dan kekayaan adalah cara-cara Iblis untuk menipu, membahayakan, dan melahap kita, dan mengejar popularitas dan kekayaan adalah jalan yang salah untuk diambil. Begitu kita bisa memahami dan melihat pandangan salah kita tentang pengejaran, kita bisa mengambil pendekatan yang benar terhadap pekerjaan kita. Sebenarnya, tidak ada benturan antara pekerjaan kita dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Jadi, bagaimana seharusnya kita menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan dalam pekerjaan kita? Engkau Dapat Mengalami Pekerjaan Tuhan dalam Pekerjaanmu Tuhan Yesus berfirman, "Tuhan adalah Roh dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran" Yohanes 424. Tuhan adalah Roh dan kita dapat menyembah-Nya dan membangun hubungan yang benar dengan-Nya di mana saja dan kapan saja. Selagi kita sedang bekerja, meskipun kita mungkin sibuk dengan pekerjaan yang ada, kita tetap bisa menenangkan hati kita di hadapan Tuhan, memikirkan kasih dan keselamatan Tuhan, merenungkan kebenaran dalam firman Tuhan, dan belajar menerapkan dan mengalami firman Tuhan. Tuhan kemudian akan bersama kita, membantu kita menyelesaikan kesulitan kita dan membimbing kita tentang bagaimana berperilaku sebagai manusia. Ketika kita menjalin hubungan yang normal dengan Tuhan dan mendapatkan pekerjaan Roh Kudus, hati kita memperoleh penghiburan dan akan merasakan kedamaian dan sukacita. Dengan cara ini, meskipun kita mungkin lelah karena pekerjaan kita dan mungkin kita merasa kesulitan untuk meluangkan waktu, kita tetap bisa menghadapi semuanya dengan sikap positif. Izinkan aku menceritakan sedikit pengalamanku sendiri. Ketika baru saja mulai percaya kepada Tuhan, aku percaya bahwa pekerjaan adalah pekerjaan dan iman kepada Tuhan adalah iman kepada Tuhan. Aku percaya bahwa menghadiri kebaktian adalah satu-satunya cara yang tepat untuk menyembah Tuhan dan aku sama sekali tidak tahu bahwa aku bisa menerapkan firman Tuhan saat sedang bekerja. Saat itu, aku bekerja di sebuah restoran dan sangat sibuk. Ada beberapa kebaktian gereja yang harus kuhadiri per minggu dan aku tidak pernah merasa punya cukup waktu untuk menghadirinya. Aku merasa seperti tidak punya waktu untuk membaca firman Tuhan, juga tidak punya kesempatan untuk mengalami firman-Nya. Selagi di tempat kerja, aku merasa seolah-olah waktu berlalu dan sangat membosankan. Kemudian di sebuah kebaktian gereja, seorang saudari membacakan kepadaku satu bagian firman Tuhan yang berkaitan dengan masalahku “Karena agar dapat berjalan di jalan Tuhan, kita tidak diperkenankan mengabaikan apa pun yang terjadi pada diri kita, atau di sekeliling kita, sekalipun itu adalah hal kecil yang remeh-temeh. Tidak peduli apakah kita berpikir harus memberi perhatian pada hal tersebut atau tidak, selama perkara apa pun ada di hadapan kita, kita tidak boleh melepaskannya. Semua itu harus dipandang sebagai ujian dari Tuhan bagi kita. Bagaimanakah sikap semacam ini? Jika engkau memiliki sikap semacam ini, maka itu menegaskan satu fakta Hatimu takut akan Tuhan, dan hatimu bersedia menjauhi kejahatan. Jika engkau memiliki hasrat ini untuk memuaskan Tuhan, maka apa yang engkau lakukan tidak jauh dari standar takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Sering kali ada orang yang percaya bahwa perkara yang tidak banyak diperhatikan orang, perkara yang tidak biasanya dibahas—semua ini hanyalah hal remeh, dan tidak ada kaitan dengan melakukan kebenaran secara nyata. Ketika orang-orang ini dihadapkan dengan perkara demikian, mereka tidak banyak memusingkannya dan membiarkannya berlalu. Namun, dalam kenyataan sebenarnya, ini adalah sebuah pelajaran yang harus engkau pelajari, sebuah pelajaran tentang bagaimana takut akan Tuhan, bagaimana menjauhi kejahatan. Selain itu, apa yang harus lebih engkau pikirkan adalah mengetahui apa yang Tuhan lakukan saat perkara ini muncul untuk dihadapi olehmu. Tuhan berada tepat di sisimu, mengamati setiap kata dan perbuatanmu, mengamati tindakanmu, perubahan pikiranmu—ini adalah pekerjaan Tuhan”.Dengan membaca firman Tuhan, aku mengetahui bahwa orang-orang, peristiwa dan hal-hal yang kita temui setiap hari, baik besar maupun kecil, semuanya diatur dengan cermat oleh Tuhan demi kita. Tuhan ingin menguji dan mengetes kita melalui orang-orang, peristiwa-peristiwa, dan hal-hal ini untuk melihat apakah kita menghormati-Nya atau tidak, apakah kita dapat menerapkan sesuai dengan firman-Nya dalam segala hal atau tidak, dan apakah kita telah memasuki semua jenis kebenaran atau tidak. Aku tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa aku dapat mengalami firman Tuhan melalui orang-orang, peristiwa-peristiwa, dan hal-hal di sekitarku dan karenanya aku kehilangan banyak peluang untuk mendapatkan kebenaran. Aku memutuskan bahwa aku harus berfokus membawa firman Tuhan ke dalam kehidupan nyataku, aku harus mengalami dan menerapkan firman Tuhan di tempat kerja dan aku harus mengejar kebenaran di lingkungan yang Tuhan aturkan sehingga hidupku berangsur-angsur menjadi matang. Suatu hari, aku berada di restoran sedang menulis menu ketika manajer memintaku untuk menambahkan lebih banyak hidangan ke dalam tagihan pelanggan agar kami dapat membebankan biaya lebih banyak kepada mereka. Aku tahu bahwa Tuhan berfirman "Tetapi hendaknya perkataanmu demikian, Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak Karena semua yang di luar itu datangnya dari si jahat" Matius 537. Tuhan meminta agar kita jujur ​​dan berbicara terus terang apa adanya. Jika kita berbohong demi keuntungan, kita akan terlibat dalam penipuan dan tidak akan mendapatkan pujian dari Tuhan. Aku tahu bahwa aku tidak boleh berbohong untuk menipu pelanggan, tetapi aku khawatir akan membuat manajer tidak senang sehingga dia akan mempersulitku atau memotong gajiku, dan jika aku tidak mengatasinya dengan baik, aku bahkan bisa kehilangan pekerjaanku. Ketika aku berusaha melewati dilema ini, tiba-tiba aku menyadari bahwa Tuhan telah mengizinkan masalah ini menimpaku dan bahwa Tuhan ada di sampingku, memperhatikan apa yang akan aku lakukan dengan kebenaran dan memperhatikan apakah aku akan menerapkan firman Tuhan atau tidak dan menjadi seorang yang jujur. Jadi, aku berdoa kepada Tuhan dan rela meninggalkan dagingku dan melakukan kebenaran. Aku tidak peduli bagaimana orang akan memperlakukanku atau apakah aku akan kehilangan pekerjaanku atau tidak, tetapi sebaliknya aku ingin berfokus untuk hidup di hadapan Tuhan dan membangun hubungan yang benar dengan Tuhan. Setelah berdoa, hatiku terasa jauh lebih tenang dan aku menemukan tekad untuk melakukan kebenaran dan memuaskan Tuhan. Tanpa diduga, tepat ketika aku dengan jujur ​​menulis menu untuk para pelanggan, meskipun manajer tidak mengatakan apa-apa, dia kemudian pergi dan memberi tahu pemilik restoran bahwa aku orang yang jujur ​​dan dapat dipercaya. Aku menyaksikan perbuatan Tuhan yang menakjubkan dan mengalami perasaan damai dan aman, perasaan lepas dan bebas yang muncul karena melakukan kebenaran, dan semua itu adalah perasaan yang tidak dapat dibeli dengan uang sebanyak apa pun. Dalam pekerjaanku setelah itu, aku selalu memperhatikan orang-orang, peristiwa-peristiwa, dan hal-hal di sekitarku dan berfokus untuk mengalami dan menerapkan firman Tuhan, dan berangsur-angsur hubunganku dengan Tuhan menjadi normal dan aku merasa jauh lebih santai di tempat kerja. Saudara Xiaodong, setelah memberikan persekutuan tentang bagaimana menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kepercayaan kepada Tuhan, aku percaya bahwa engkau sekarang akan memiliki beberapa jalan yang dapat diikuti. Dalam pekerjaan, kita harus membiarkan alam berjalan apa adanya dan tidak berjuang demi popularitas dan kekayaan kita sendiri—memiliki makanan dan pakaian saja sudah cukup. Pada saat yang sama, kita harus menetapkan hati kita untuk membaca firman Tuhan dan mengejar kebenaran, kita harus mempersenjatai diri kita dengan lebih banyak kebenaran, berlatih dan menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan kita dan membiarkan firman Tuhan menjadi prinsip hidup dan perilaku kita. Dengan cara ini, secara bertahap kita akan dapat memahami kebenaran dan semakin mengenal Tuhan. Pada saat yang sama, kita akan memperoleh pembebasan dan kekebasan batin serta sukacita karena ada Tuhan di samping kita. Semoga Tuhan memberkatimu!! Xiaoming dari Spiritual Q&A 17 Juni 2018 Sosiologi Info - Bagaimana Hubungan Kamu Sendiri Selama Ini dengan Tuhan ? Ceritakanlah ! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman simak pembahasan dan penjelasan untuk kunci jawaban alternatif mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA, MA, SMK, MAK, halaman dikutip dari buku sekolah elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, edisi revisi 2017 untuk kelas XI SMA, MA, SMK, kesempatan ini kita akan membahas materi pembelajaran yang ada di BAB IV Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek. Bagian A. Mengidentifikasi Nilai Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek. Nah adik adik dalam materi pembelajaran dibekali dengan mendapatkan kemampuan seperti mengidentifikasi nilai nilai kehidupan dalam cerita salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek, menganalisis unsur unsur pembangunan cerita mengonstruksi sebuah cerita pendek dengan memperhatikan unsur unsur pembangunan. Itulah yang akan adik adik dapatkan dalam proses pembelajaran di bab ini. Nah pada kesempatan ini kita hanya akan membahas soal jawaban alternatif yang disajikan di atas hanya sebagai tambahan bahan referensi saja, tidak menjadi jawaban mutlak benar 100 persen. Namun, sebelum membaca kunci jawaban alternatif di bawah ini sebagai bahan referensi tambahan adik simak dulu penjelasan singkat untuk mengenal apa itu cerpen, baca dengan seksama di bawah ini ya adik Mengenal CerpenSobat pasti tidak asing lagi dengan kata cerpen ? Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Dalam cerita pendek, kita akan banyak menemukan berbagai karakter tokoh, baik protagonis maupun antagonis. Nah keduanya merupakan cerminan nyata dari kehidupan di dunia. Namun, dari karakter tokoh tersebut kita dapat menemukan nilai nilai kehidupan, yaitu perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus kita jauhi. Mari sama sama kita mengerjakan dan membaca soal tugas yang ada pada halaman 108 kelas 11 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tugas Setelah membaca cerita di atas, kamu sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang pengertian dan karakteristik cerita pendek. Sekarang, buktikanlah pemahamanmu itu dengan menunjukkan sekurang kurangnya lima contoh cerita lainnya yang berkategorikan cerpan. Sajikanlah hasilnya dalam rubrik berikut!Secara berdiskusi kelompok, jawablah pertanyaan pertanyaan berikut!Bagaimana Hubungan Kamu Sendiri Selama Ini dengan Tuhan ? Ceritakanlah ! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 108Berikut ini jawabannya yaitu Bagaimana Hubungan Kamu Sendiri Selama Ini dengan Tuhan ? Ceritakanlah, yaitu hubungan saya dengan Tuhan baik baik menjalankan perintah dan kewajibanNya dengan baik serta bersungguh sungguh,dengan rajin tepat waktu saat memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan bantuan, serta menolong orang lain itulah pembahasan tentang soal atau tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 SMA, MA, SMK, MAK, pada halaman pembahasan tentang Bagaimana Hubungan Kamu Sendiri Selama Ini dengan Tuhan ? Ceritakanlah ! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman simak pembahasan dan penjelasan untuk kunci jawaban alternatif mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA, MA, SMK, MAK, halaman dikutip dari buku sekolah elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, edisi revisi 2017 untuk kelas XI SMA, MA, SMK, kesempatan ini kita akan membahas materi pembelajaran yang ada di BAB IV Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek. Bagian A. Mengidentifikasi Nilai Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek. Nah adik adik dalam materi pembelajaran dibekali dengan mendapatkan kemampuan seperti mengidentifikasi nilai nilai kehidupan dalam cerita salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek, menganalisis unsur unsur pembangunan cerita mengonstruksi sebuah cerita pendek dengan memperhatikan unsur unsur pembangunan. Itulah yang akan adik adik dapatkan dalam proses pembelajaran di bab ini. Nah pada kesempatan ini kita hanya akan membahas soal jawaban alternatif yang disajikan di atas hanya sebagai tambahan bahan referensi saja, tidak menjadi jawaban mutlak benar 100 persen. Disclaimer Jawaban di atas tidaklah menjadi kunci jawaban yang mutlak benar 100 persen. Silahkan adik adik menambah referensi juga adik adik mengeksplorasi jawaban relevan lainnya agar dapat menambah pemahaman adik adik juga. andri says Sebelum aku bercerita tentang perjalananku bersama TUHAN, biarkan aku memperkenalkan diri. Aku berumur 38 tahun saat aku mulai meceritakan ini tahun 2022, aku lahir pada tanggal 16 januari 1984 agamaku Budha. Pada masa kecilku aku hanya seperti anak kecil pada umumnya, bermain dan belajar. Namum pada saat aku beranjak sekolah menegah pertama SMP tepatnya pada kelas 3, aku mengalami kecelakaan kendaraan sepeda motor, terluka di bagian kedua telapak tangan kanan dan kiri, dan terluka dibagian pergelangan kaki sebelah kanan. Setelah pulang kerumah dan orang tua ku bertanya dan aku menjawab aku terjatuh dari motor. Malam setelah aku mengalami kecelakaan aku tertidur seperti biasa, pada hari kedua setelah kecelakaan aku tertidur siang menjelang sore hari sekitar pukul pada saat itulah perjalanan ku bersama TUHAN dimulai, aku terbangun dari tidur siangku dalam posisi di salib dengan posisi tidur terlentang tangan kiri dan kanan terbuka, kaki kananku tertumpuk di atas kaki kiriku sesaat aku sadar bahwa aku tertidur dalam posisi seperti disalib aku benar2 takut dan terkejut, karena luka di telapak tangan kanan dan telapak kiri ku seperti luka paku pada saat yesus di salib, begitu pula pergelangan kaki kananku luka bulat seperti bekas paku besar yang ada pada salib. dalam hatiku berkata dosa apa aku ini? karena saya bukan beragama Kristen ataupun Kalotik aku mulai bertanya-tanya kepada teman-teman yang Bergama Katolik atau Kristen, YESUS di salib kaki kanan yang di atas atau kaki kiri nya? tetapi banyak teman-teman saya yang tidak tahu jelas akan jawaban tersebut, jadi aku putuskan tidak mencari tahu tentang itu. Pengalaman perjalananku bersama TUHAN yang ke dua, terjadi saat aku sudah mulai di perguruan tinggi sekitar tahun 2008, suatu saat malam aku tidur dan aku tiba-tiba berada di suatu bukit yang sebenarnya aku tidak tahu itu dimana, aku berdiri di atas bukit dan melihat keramaian di bawah sana dan aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sampai tiba-tiba kerumunan itu mulai naik dan aku berdiri di anatara kerumunan itu dan melihat YESUS memikul kayu salib dan penuh dengan darah dan lumpur di tubuhnya, aku tergerak merasa ingin menolongnya, tetapi ada yang berkata “ia berpesan jangan ada satupun diantara kalian yang membantuku” ia bermaksud karena jika ada orang yang membantunya maka orang tersebut akan di bunuh oleh tantara roma dan ia tidak mau mencelakai orang lain maka aku tidak bergerak dan terdiam. Di tengah kerumunan aku hanya mendengar suara paku yang di pukul, dapat merasakan cuaca panas dan bau udara panas yang ada disana yang seolah aku benar-benar berada disana, Tiba saat setelah kayu salib di tegakkan, disaat itu lah aku baru sadar bahwa ternyata aku melihat langsung proses YESUS di salibkan, di sana aku melihat banyak orang bersujud dan menangis ada satu wanita bersujud di paling depan dan menangis paling histeris pada saat itu aku tidak mengenal satu orang pun yang ada disana, dan tiba-tiba ada yang berkata di telinga kanan ku “ia disalibkan seperti ini, hanya demi menebus dosa-dosa kita” tetapi aku tidak tahu siapa yang berkata seperti itu dan aku tidak bisa berpaling mataku dari salib. Setelah beberapa saat aku melihat salah satu tantara roma yang berbadan besar dan tinggi yang memegang tombak menusuk perut YESUS, dan saat itu pula semua langit berubah menjadi gelap dan sangat-sangat menyeramkan, dan di saat yang bersamaan aku merasakan takut yang luar biasa yang belum pernah sama sekali aku rasakan di sepanjang hidupku. Aku menangis di saat tidur dan saat aku terbangun dari tidurku aku langsung melihat pukul berapa tepat pada pukul 0307-0310 subuh benar aku tidur dan sambil menangis, berkeringat sampai semua benar-benar basah seperti habis melakukan olahraga yang sangat berat. Secepat mungkin aku mandi dan berdoa “TUHAN, aku tidak tahu apa yang engkau mau, tetapi jika suatu saat TUHAN membutuhkan aku untuk kepentinganmu, untuk hal apapun, kapan pun, datanglah lagi kepadaku, aku akan ikut kemanapun TUHAN pergi, itu janjiku TUHAN. Tetapi TUHAN, maafkan aku jika tidak akan ada seorangpun yang akan mampu membawaku kepadamu, selain dirimu sendiri TUHAN. Maka TUHAN, jika engkau membutuhkan aku, datanglah kepadaku maka aku akan mengikutimu” itu adalah isi doa ku saat setelah aku melihat penyaliban YESUS. Setelah beberapa tahun, aku hidup seperti biasa,bekerja dan memulai berkeluarga, memiliki istri dan dua orang anak, pada pertengahan bulan desember 2021 entah apa yang membuatku memasang aplikasi Alkitab di hp ku secara tiba-tiba dan memang sudah hampir dua tahun masa-masa sulitku terus berlangsung hingga aku tidak memiliki apa-apa selain keluarga, aku mulai membaca untuk yang pertama kalinya seumur hidupku, dan pada tanggal 24 desember 2021 aku menerima hadiah terbesar di dalam hidupku, ialah aku mimpi bertemu dengan TUHAN YESUS, dalam mimpi tersebut aku jalan di suatu tempat yang hanya ada satu jalan lurus berpasir yang di kiri kanan nya ada batu-batuan kecil pebatas jalan dan di samping kiri dan kanan batu-batuan ada padang rumput yang cukup luas dan pepohonan, setelah jalan beberapa tapak TUHAN telah menunggu di depan ku dan memberikan aku kitab yang berkulit berwarna hitam, ia menyerahkan nya kepadaku dengan kedua tangan nya, dan aku mengambilnya dengan kedua tangan ku, setelah aku buka kitab itu hanya bertulisan “WELCOME” berwarna emas. Lalu aku menutup kitab tersebut tanpa bertanya apa-apa dan berjalan dengan nya yang ia berdiri tepat di samping kananku tidak sedikit lebih depan / tidak sedikit lebih dibelakangku. Tetapi tepat di sampingku setelah berjalan dan bercerita, tiba-tiba di depan ada rumah kayu dan aku berjalan bersamanya ke rumah itu, dan setelah dekat dengan rumah itu, TUHAN sudah ada di atas rumah itu menunggu rumah itu terdapat beberapa anak tangga dan TUHAN mengguku dengan penuh harapan dan bahagia setelah aku menapak anak tangga ke dua, TUHAN langsung menunduk jongkok dan membuka tangan nya ke arah ku dan tersenyum aku langsung memegang tangan nya dan langsung menangis aku merasa aku tidak dapat mengangkat kepala ku untuk melihat mukanya, tapi aku tau TUHAN tersenyum kepadaku. Setelah aku menerima tangan nya dan menangis, aku terbangun dari tidurku dan aku benar2 menangis saat tidur sekitar puku 0800-0900 pagi hari tanggal 24 desember 2021 karena merasa masih lelah, aku kembali tertidur, dan mimpi yang kedua aku tidak dapat melihat apa-apa kecuali firman-firman nya yang berterbangan dan masuk kedalam wajahku, tetapi aku tau itu belum semua firman nya yang ia berikan kepadaku. Setelah aku bangun dari tidurku, aku langsung menceritakan kepada istriku, secara keseluruhan, tepat saat aku menceritakan dan sambil memperagakan ketika TUHAN menunduk dan menerimaku, air mataku dan air mata istriku pun langsung menetes bersama sedih, terharu dan bahagia yang luar biasa. Keesokan hari nya aku tetap melanjutkan membaca alkitab seperti biasa, hingga tepat tanggal 1 Januari 2022 aku melihat langsung TUHAN YESUS ketika aku berdoa. Pada setelah malam tahun baru tanggal 1 Januari 2022 puku aku berdoa seperti biasa, berdoa untuk keluargaku dan berdoa supaya TUHAN menjauhkan aku dan keluargaku dari semua cobaan yang sangat berat ini. Tetapi TUHAN menampakkan diri di dalam pejamku dan aku bertemu di gurun pasir, setelah aku bertemu TUHAN yang lagi duduk sendiri disana aku bertanya kepada TUHAN, “TUHAN, sedang apa? Mengapa duduk sendiri disana? Ia pun hanya membalasku dengan senyuman lega yang seolah-olah TUHAN memang menungguku dan akhirnya aku datang” sambil aku berjalan mendekat menuju tempat TUHAN duduk sendiri dan aku melihat TUHAN sedang memegang satu kitab yang cukup besar dan sangat tebal, lalu aku bertanya lagi “TUHAN itu kitab apa?” lalu TUHAN membuka kitabnya dan menunjukan beberapa halaman yang kosong kira-kira 3 halaman masih kosong dan ia berkata serperti ini “AKU INGIN ENGKAU MENULISNYA” lalu aku berjalan di tengah gurun pasir bersama TUHAN sambil bercerita dan tiba diperjalanan kami dan melihat sebuah kota kecil, TUHAN berkata kepadaku “Masuklah anak ku, dan sebarkanlah firman ku, supaya mereka bertobat. Karena di dalam nya banyak orang berdosa yang tidak terlihat orang memfitnah, menjatuhkan orang lain demi kepentingan diri sendiri dan jika mereka tidak bertobat, akan aku hancurkan kota itu” dan aku menjawab dan sambil meminta “TUHAN, beri aku kesempatan paling tidak dua sampai tiga kali untuk membuat mereka bertobat, jangan terlalu cepat menghancurkan nya ya TUHAN?” lalu TUHAN bertanya “mengapa engkau membiarkan roh jahat menguasai kota itu?” dan aku pun menjawab lagi “bukan seperti itu TUHAN, aku sangat memohon kepadamu, biarkan lah aku membuat mereka bertobat terlebih dahulu, tetapi sekiranya aku sudah memohon dan bersujud meminta kepada mereka agar bertobat sebanyak tiga kali namum mereka masih juga belum mau bertobat, maka semua aku serahkan lagi kepadamu TUHAN” lalu tuhan berkata “Masuklah dan lakukan lah tugasmu” lalu aku masuk dan aku melihat batu yang cukup besar di tengah kota itu, dan aku berdiri di atas batu itu dan sambil memanggil berteriak supaya semua warga kota berkumpul. Setelah aku memanggil semua warga, kira-kira hanya ada 12-15 orang saja di dalam kota itu. Tetapi aku dapat melihat roh jahat yang ada pada diri mereka, dan saat itu lah aku memohon bersujud didepan mereka agar mereka dapat saling memaafkan dan mengampuni, dan aku berdoa untuk mereka supaya roh jahat tidak lagi mengganggu mereka dan sambil memberitakan firman TUHAN, setelah aku bersujud, aku melihat tidak ada lagi roh jahat pada diri mereka dan hati mereka sudah mau membuka hati mereka untuk TUHAN, lalu aku ingin melanjutkan bercerita tentang kerajaan ALLAH, tetapi belum sempat berkata-kata, TUHAN menarik ku langsung tepat dihadapan nya ia sedang menunggu ku di samping luar tembok kota tersebut lalu aku berkata “Belum TUHAN, aku belum selesai” lalu TUHAN menjawab “cukup anak ku, engkau telah menjalani tugasmu, sekarang tulisalah kisahmu di kitabku” lalu aku di berikan kitab yang ia pegang dan akupun mulai membuka kitab dan mencari halaman yang kosong dan tiba-tiba tulisan bermunculan dengan sendirinya. Setelah itu aku memberikan kembali kepadanya kitab tersebut, dan aku bertanya “kota apakah itu TUHAN?” dan TUHAN menjawab “kota itu ialah rumahmu, penduduknya ialah keluargamu yang saat itu aku memang tinggal bersama kedua orangtua ku, istri, dua anakku, dan seorang anak dari saudara kandungku, maka diberkatilah rumahmu beserta isinya karena engkau telah menjalankan firmanku atas mu” lalu aku bertanya lagi kepadanya, “apakah TUHAN akan memberikan kitab itu kepadaku?” dan TUHAN menjawab “anak ku sebenarnya kitab itu adalah firman-firmanku, dan sudah ada pada dirimu, ia ada di dalam jiwamu dan engkau sudah kupenuhi dengan roh kudus ku. Engkau akan menggembalai banyak domba-domba yang telah hilang dan bawalah kepadaku” dan aku menjawab, “baik TUHAN” lalu TUHAN berkata kepadaku “anak ku, ingatlah aku di setiap detak jantungmu, perlakukan lah dirimu seperti engkau memperlakukan aku, hargai dirimu seperti engkau menghargai aku karena aku sudah berada di dalam dirimu, jiwamu, pikiranmu dan tubuhmu.” lalu setelah itu aku tidak dapat melihat apa-apa lagi dan hanya berdoa mengucap syukur dan berterima kasih kepada TUHAN, aku membuka mata dan melihat jam ternyata sudah pukul dan ternyata tanpa terasa aku berdoa dan berbicara dengan nya sudah lebih dari 3 jam. Lalu pada tanggal 2 Januari 2022, aku masih membaca alkitab dan pada saat itu aku baru membaca Perjanjian Baru Markus pasal 10, dan pada malam hari sebelum tidur aku berdoa dan di dalam doa aku bertemu lagi dengan TUHAN yang banyak mengajariku tentang bagaimana menjadi gembala domba, banyak tanya jawab bersama TUHAN, setelah selesai berdoa dan aku tertidur. Ke esokan harinya aku mulai berdoa lagi dan bertanya-tanya tapi aku tidak mendengar atau melihat apa pun dalam doa ku. Dan pada tanggal 4 Januari 2022. Aku berdoa lagi berbicara pada tuhan, dan bertanya kepadanya, “TUHAN, kalau boleh aku tau, apa arti mimpi saat aku melihat proses penyaliban mu” dan TUHAN menjawab “aku membawamu untuk menyaksikan penyaliban ku, jiwamu kubawa agar kau menyaksikan langsung” dan aku bertanya lagi, lalu apakah artinya mimpi ketika aku melihatmu menjemputku pada tanggal 24 Desember yang lalu TUHAN? Dan ia menjawabku “anak ku, kitab yang kuberikan kepadamu ialah firman ku dan kau telah menerimanya” dan aku bertanya “disana ada sebuah rumah kayu TUHAN, rumah siapa itu?” dan ia menjawab “itu adalah kerajaan ku” lalu aku bertanya lagi “TUHAN, jadi TUHAN menjemputku? Dan TUHAN pun rela mengguku di depan? Dan TUHAN pun menuntun ku di tangga itu supaya aku tidak terjatuh? TUHAN aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. TUHAN aku hanya bisa berterima kasih dan bersyukur kepada TUHAN. Terima kasih atas segala-gala nya TUHAN dan aku menangis” aku berpikir, siapakah aku? Sehihngga TUHAN mau menunggu ku di depan untuk datang kepadanya? Dan aku tahu sejak itu, betapa besar kasihnya kepadaku, begitu pula sama besar kasihnya kepada kita semua. Dan setelah itu aku menepati janjiku kepada TUHAN, dan aku berserah sepenuhnya kepada TUHAN.

bagaimana hubungan kamu sendiri selama ini dengan tuhan ceritakanlah